Kebebasan hidup itu semu, bukankah engkau merasakannya juga?

Kebebasan Semu

Sudah wajar jika manusia ingin sebuah kebebasan dalam hidup ini. Namun kita tidak akan benar-benar bebas jika kita tidak paham tentang jati diri dari kebebasan itu sendiri.

Kebebasan semu dan kebebasan sejati, kita akan mencoba menemukan arti dari kebebasan dalam hidup ini, kehidupan sebagai manusia yang begitu mendambakan kebebasan.

Kebebasan sering di identikkan sebagai sebuah kebahagiaan, dimana kita lepas sama sekali, tidak terganggu, tidak terikat, tidak terhalang, sehingga kita bisa melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan kita.

Sayangnya, jika memberlakukan definisi diatas kita tidak bisa meraih kebebasan yang sebenarnya, kenapa bisa begitu?,

Karena kita tidak akan benar-benar terlepas dari nilai-nilai dalam hidup kita, kita akan selalu terikat dengan apa yang ada disekitar kita.

Dahulu ketika saya masih sekolah saya sangat mendampakan liburan, liburan kita ibaratkan sebuah kebebasan, kebebasan untuk lepas dari ikatan tugas sekolah, mandi pagi, berangkat sekolah, tata tertib sekolah, UTS, bahkan UAS.

Namun, ketika saya sudah terlalu lama menikmati liburan saya malah rindu dengan suasana disekolah karena di sekolah kita bisa bertemu dengan teman-teman kita.

Dan kondisi ini juga terulang ketika kamu ingin cepat-cepat lulus sekolah (kuliah), agar terhindar dari tugas-tugas dan ingin menikmati hidup tanpa polpen dan kertas, serta kurikulum pendidikan yang membuat kepala pusing.

Namun setelah kamu benar-benar bebas dari semua itu (dunia sekolah), kamu merasakan kehilangan kebebasan yang lain pada hidupmu.

Kebebasan untuk tidak memikirkan uang atau pekerjaan, dan juga kebebasan untuk bercanda ria dengan teman-temanmu disekolah atau dikampus.

Sekarang kamu harus bekerja untuk mencari uang, memikirkan karier kemudian berkeluarga, dan saat kamu berada pada fase berkeluarga kamu akan kehilangan kebebasan saat kamu masih pada fase lajang.

Jadi, kita dapat mengartikan bahwa kebebasan yang selama ini kita pahami adalah ketika kita bisa terlepas dari suatu ikatan nilai tertentu. Namun kita tidak menyadari bahwa ketika kita melepas ikatan itu maka ikatan yang baru akan menghampiri.

Ikatan-ikatan itulah yang tidak bisa kamu tinggalkan sama sekali, karena kehidupan ini adalah perjuangan, dan perjuangan itu berisi ikatan-ikatan yang mengikatmu, mengikatmu dengan nilai-nilai tertentu.

Tata tertib dan tugas sekolah (kampus), Agama, Norma Sosial, dan Adat (kebiasaan), itu adalah beberapa nilai-nilai yang mengikatmu dan sungguh tak akan kamu bisa lepas dari semua itu, oleh karena itu "Kebebasan Hidup Ini adalah Semu".

Dan ikatan yang saya rasakan paling berpengaruh besar di zaman ini adalah "UANG".

Banyak orang di era sekarang berlomba-lomba mencari uang atas dalil kebahagiaan, bahkan sampai mengorbankan kesehatan dan waktu bersama orang-orang yang mereka sayang dan mereka juga sayang padamu.

Taukah kita, bahwa uang adalah "benda". Ketika seseorang ingin kebebasan (kebahagiaan) dengan mencari uang sebanyak-banyaknya, maka pada hakekatnya dia terikat dengan benda (uang) itu.

Uang menjadi tolak ukur kesuksesan, itulah yang saya lihat, menjadikan uang segala-galanya, menjadi standartisasi gaya hidup. Mereka tidak menyadari bahwa "uang dan gaya hidup itu" sendiri adalah nilai yang merusak kebebasan itu sendiri.


Sejalan dengan kutipan tentang kebebasan dari Sartre yang sampaikan oleh Harirotul Fikri,

"Ancaman yang mengancam kebebasan adalah ‘benda’. Benda mempunyai daya tarik dan daya pikat yang sangat kuat dan luar biasa besar. Yang mana kebesaran daya tarik tersebut akan dapat merusak dan menjerat kebebasan itu sendiri.

Kebebasan adalah sasaran empuk dari pesona dan kuasa benda, yang keberadaannya luar biasa masif dan melimpah ruah.

Jadi, mereka yang menginginkan kehidupan bebas dan mengikuti gaya hidup tertentu, sebenarnya gaya hidup tersebut adalah ‘benda’ yang merusak dan menghancurkan kebebasannya."

Jadi sebenarnya kita tidak bisa mendapatkan kebebasan dengan "tidak terikat" sama sekali dengan nilai-nilai, jadi sekali lagi itu semua adalah kebebasan semu.

Kita harus menyadari bahwa kebebasan sebenarnya atau kebebasan sejati justru dapat kita raih jika kita dapat merasa bersyukur atas kondisi kita saat ini, serta semaksimal mungkin memanfaatkannya untuk mengarungi kehidupan ini.

Kehidupan dengan penuh perjuangan, dan disinilah tempat "kebebasan yang sebenarnya", kebebasan untuk berjuang dalam hidup ini hingga sampai waktu kita habis dan menghadap sang pemilik jiwa kita, Tuhan.

Kamu yang mencari kebebasan, sebenarnya itu adalah kebebasan semu, karena manusia bukan diciptakan untuk hidup tanpa masalah (baca: perjuangan).

Bahkan manusia yang dikatakan makhluk sosial yang berarti mereka terikat satu dengan yang lainnya

Sebenarnya dunia ini, kehidupan ini adalah ujian, ujian yang membebasakanmu untuk memilih bagaimana caranya, bukan bebas untuk memilih "iya" atau "tidak" untuk mengerjakannya.

Menurut sobat bagaimana?,

images source: pixabay.com

No comments:

Post a comment